Senin, 08 Oktober 2012

Lewat Tengah Malam

by ; Shiva Kelana

masih ada gelap
daun-daun menggigil
lalu riuh angin membawaku
pergi

layang entah arah

kaukah pendar di petang
yang menangkapi hamburanku
dari gerak acak udara?

menjadikannya segumpal asa
untuk kemudian terderai lagi
jadi sekecil pasir
: dihantam sepi

-----
sketsa-sunyi-kopi
2012

Way To Love


by ; Danti Mala

Jalan menuju cinta
Sebuah jalan penuh warna
Berdiri diujung mana
Ketika terpana kau lupa
Jalan mana menuju cinta
Antara keabadian dan fatamorgana
Jalan mana engkau punya cerita
Keheningan dan kesyahduan
Dalam ketafakurankah ???
Jemput keabadian rasa
Dalam kedamaian tanpa gundah
Atau jalan mana tuk kupilih cerita
Antara dongeng tawa dan canda
Penuh warna fatamorgana
Menyembunyikan luka
Duhai jalan cinta
Dapatkah kumelenggang kesana
Bersama iringan derai airmata
Dalam doa ku punya cerita

BSK, Penghujung Bulanku 2012

Symphoniku

by ; Agus Chaeruddin

Aku adalah symphoni
nada-nadaku adalah do'a-do'a yang berirama kasih sayang
bermahligai mutiara cinta suci
membahanakan suara hati akan sebuah kejujuran dan keadilan bagi syair kehidupan

Aku adalah symphoni
yang membawa mimpi indahmu menjadi nyata
karena musik indahku membawa semangatmu bergelora dan nyanyian suara merduku membuatmu tenang menggeluti cobaan yang merintangimu

Aku adalah Symphoni dengan tangga nada laguku yang harmoni menghantarmu menuju bintang tinggi
yang bersinar kejora
Bahagiakanlah hidupmu dengan symphoni cintaku . . . .

(AC051012) 19:45WIB
KUTABARU-TANGERANG
BANTEN

Jejak

by ; Syair Kelana

Kumerindukan rindumu
Yg tergores di riam perkasa
Bebatuan membentuk bukit
Ketika Sungai Barito mulai kering dangkal
Seperti suara angin..
Desah nafasmu memburu waktu
Di senandung yg tak pernah usai
Meninggalkan jejak tapak kaki mungil di dinding hati

Ku merindukan rindumu
Pada sajak yg terpotong
Pada torehan memanjang lingkar pohon karet
Terbaring di kampung sunyiy tanpa penerangan listrik
Bercerita tentang perkasanya burung Antang
Tentang panglima yg maha sakti
Tentang tetua adat yg maha bijaksana

Kumerindukan rindumu
Yg pernah kau titipkan di jentera waktu
Karna aku tak perlu menunggu
Karna waktumu telah sampai

Lorong masa 07102012
Muara babuat~Tumbang lahung
Murung raya.

Untuk Sahabatku Sang Penunggang Angin ; Almarhum Agusta bin Tambas

by ; Duta - D

Gus, jauh engkau terbang
menunggangi angin
memetakan jarak yang terbentang
dan kusimpan di mata kenang
jejakmu masih ada tertinggal di belakang
dengan debu dan asap knalpot yang luruh
Gus, jejalanan ini merindumu
Meski ia juga yang akhirnya merenggutmu
sebelum subuh

Palembang, 2012

Mimpi Yang Ngeri

by ; Saving MyHeart

Mimpi itu hadir ketika otakku mati
Jasad menjadi kaku dan beku
Sedang yang datang melewati hanya bayang

Menerawang, melayang mencari arah angin
ketempat mana bersarang hati
membawaku keseberang
melintas titian cahaya putih
namun gelap menerpa
aku bertanya, "Kemana tujumu"

Dingin sekujur tubuh membelai dalam tangis
Terketar bibir saat menyebut nama-Mu
" Kenapa aku..., mengapa aku di sini."

Tersentak saat jelma bayang sendiri
Adegan kejar mengejar menghenti nafas
lelah jiwa, bermandi peluh sejuk
sekujur tubuh tenggelam di tasik dalam
tak dapat berenang ketepian

Jari-jemari mula mengais
mencari tali sebenar tali
agar dapat kupanjat tebing
melepasi hujung bumi

Namun bayangan begitu marah
datang dan mengherdik

"Aku Mati"

virsa.dkotasinga
Isnin 8 Oktober 2012

Mentari Di Peraduan Mimpi Melesak Di Bola Mata

by ; Oscar Amran

sesepanjang musim ini
di hamparan hijau tanahtanah rengkah membatu
merupa cadascadas mendebu gerah
kemarau menghalau buah mimpi tahun ini

sesejuk embun memintal rindu di kelopak mata
yang terus membengkak meratap langit
kicaukicau tak lagi lantang mewarnai pagi
menggelepar pucuk-pucuk rerumputan ilalang
merengas kian menetas kerontang
oase persinggahan berkalang tanah

desirdesir angin tak lagi menyepoi semilir lelagu
menguap ke lelangit putih tak bertanda
terik menyengat membakar mantramantra dan doa
mentari membara di peraduan mimpi melesak di bola mata
di ranjang tandus kembara gulana

lelangit masih sembunyikan mendung di balik mega
menyerak tangis si gembala, huma dan sesawahan
ratapan dedaunan kering mengupih rintih
desirdesir angin menguapkan sepoi
bercumbu bayangbayang hampa
tanah harapan menangis tumpah luah

sempurnalah kemarau di musim ini
matapun membuta memeras airmata
di hamparan padang gersang memujamuja
sujud mencari Tuhan di manamana

mentari di peraduan mimpi melesak di bola mata
(manakala rinai gerimiskan senja, malampun mimpi basahbasah)

bogor, 05/10/12

Dawai cinta

by ; Rizky Trie Dv


Lentik jemari merangkai puisi
binar mata terbaca berjuta makna
aksara tersusun,syairpun mengalun
merdu merindu merasuki kalbhu

Kan ku petik Dawai Cinta
getargetar senarnya membangunkan rasa
penuhi jiwa
Kamulah biolaku
yang melahirkan simphony-simphony indah dalam hidupku
mengiringi gemerlapnya bintang cinta
di antara purnama-Nya meraja

Nyanyikanlah !!
kidungkidung terindah selagi alunan-Nya tak merubah
agar Dawai Cinta kan senantiasa berirama
berbagi rasa dan juga warna
keindahan dalam nyata"Kau dan Aku"

♥ Bintang.
2012

Jumpa Ampera Lagi


by ; Ren Ren Gumanti

aku menjumpaimu senja lagi
meski kabut menyamarkan ingatan pada rautmu yang selalu dingin
Kita bercengkrama juga
Menyapa angin sore yang sedari tadi berlarian dengan riang
Menyibak anak anak rambut yang tergerai bebas
seperti sungai yang membebaskan setiap mata untuk mengira ngira
Dan kita bersitegang tentang arti kesetiaan
Aku kata menunggu itulah
Kau sebut bertahan
Lalu apa bedanya dengan ketidak berdayaan?
Kita sama sama senasib
Berhadapan dengan waktu yang sangat pengkhianat
Meski kita berkata , " tunggu!"
Ia terus melaju
seperti cinta yang tak pernah sepertimu
seperti tugu yang bersaksi pada zaman yang berganti
Mematung dalam sepi
Hidup dalam impian yang cuma mimpi
Itu kau,kataku
Hari ini kita berdamai
Membolak balik kejadian
Tentang aku yang singgah
sendiri kadang tak sendiri
Dalam candamu tadi,aku tersenyum sendiri
karena kita sama sendiri

2012

Gairah Mencumbumu

by ; Wanto Tirta

aku merunduk di tengah sunyi
sambil meradang
kukecup wangi tubuhmu
melayang jauh ke belantaralangit

kita terengah bersama
mandi keringat dalam basah semangat
lulur raga tubuh semesta
memahati tempat hati berpelukan
memasuki altar cinta
raut wajah memerah darah
tumpah pah...

kenduri do'a kudus
suci meningkah tiap bilik khusu'
tengadah jiwa sumarah pada keagungan
alpa telah menuntunku
bersimpuh di sajadahmu

lega
terjanjikan setelah nafsu runtuh
kembali mengerat do'a
pada kekuatanmu semesta

04102012

Selamat Jalan Sayang

by ; Jimmy Hollyfield Culxs

pertemuan musim bunga
telah usai di ujung rembulan
kembali senyap
tanpa ada canda, manja dan amarah

begitu berat melepas pandang
sayang . . .
kisah ini . . .
dalam tempuhan muara laut biru

selamat jalan duhai pemikat rasa
kau tanam benih-benih rindu
rerintis airmata bercucuran
mengenang pesona cipta jejak kita

kita akan selalu menjaga makna kata
dari sepenggal penghayatan cinta sejati

Jakarta, 02 Oktober 2012
00.00

Cungkup Airmata

by ; Aby Santika

Tanah basah dengan ruwatan antah-berantah disepuh air mata
lelembar daun telah patah di hamparan seprei yang telah kekal
tak ada yang bersulang, pun nasib ditelanjangi beramai-ramai
langit begitu gerimis, hanya tetes yang terdengar menuruni cungkup tersalibkan
aku tak mungkin berhenti di alur pelacuran serupa meratapi karib yang tenggelam

Dan tentang belasungkawa, kecuali firdaus dipenuhi pengungsian bugil "ketelanjangan"
sejumput ingatan disandingkan meski hanya nir air mata diasingkan
masih kurasakan keremangan keruh membungkus ruh keluasan sunyi
cungkup: isyarat berangkatmu di simpang dan aku masih bergegas

:ya gusti pemilik segala jasad yang rubuh, bukanlah kematian yang kembali dibangkitkan air mata
sebab telah kubangun rumah-rumah seperti ketika Isa dilangitkan
segalanya dihitung waktu sebelum menjemput
saat gerimis menggenapkan titik-titik sunyi, air mata memencilkan bias di tepi cungkup

Bandung,
30 September 2012.

Selalu Bertanya

by; Shiva Kelana

siapa aku?
yang menjadi tua tiap hari
lalu bertanya lagi
tetap saja aku

tak tahu
siapa aku
saat segala berlalu
terlewati
tinggallah aku
dan tanya-tanya itu
pada busur waktu
melintasi jalan belukar
yang setapak demi setapak
semakin menanjak

-----
absuRditas | pena-dan-kesunyian I
2012

Sebenarnya,

by ; Awan BVitara

Badai gelora itu sama menghempas
cuma kita di pantai berbeza
memijak karangan siput-siput laut
sakit menikam telapak kaki kita
tiada lagi yang tertinggal
segelanya telah tercurah tanpa rahsia
dalam salam ombak yang setia

Kita masih tertawa pada puisi-puisi lalu
dalam sepi tulus mendakap
masih berharap mimpi itu benar
lalu kita jadi sepasang kupu-kupu alpa
noktah ini telah sampai penghujung
pengorbanan satu-satunya jawapan
waktu terkucup dingin di bibir kita

Ini bukan tentang harapan, ini tentang seguris luka di hati kita
2012

Kidung Setan


by ; R Hadi Isdi Hartana

Kumbang-kumbang
dendangkan mantra
tuk mengisap madu muda,
larutkan pesona, layu tak terasa...!

Kidung setan berkumandang
gegap-gempita berikan tanda
genderang perang mabuk berarak
manusia lupa habis binasa......!

Bila turutkan selera
hilang bijak lupa waspada
ketika kesadaran tiba
tinggalkan badan dalam derita....!



Kalbar,28/09/2012

Batu Nisan

by ; Mamun Hermawan

Bunga berwarna warni
menghiasi pusaran bisu
dengan air mata dan jejak kaku
semuanya tiada arti lagi
karena hidupku sudah berhenti
sampai disini
digundukan tanah merah
yang basah oleh kasih sayang
dengan air mata
tapi itu hanya sesaat
dalam hitungan menit
semuanya kembali sunyi
tinggalah kenangan
jejak yang duka
jejak yang makin hilang
dengan saksi batu nisan.

Merindu Bayang Semu

by ; Angel Bintang Parahyangan

Dikota hati kecilku,selalu bermain bahkan menari-nari membujukku.,
Dalam relung jiwaku,tak mati,putus dipagi kela sang mentari mulai bersinar.
Tak hilang,terbawa angin diujung senja,mendekam senyum yang tak kan terlupa.
Sosok tak berwujud,antara ada dan tiada,
Namun hidup didalam rasaku.

Al-Majardah 27-09-2012

Sulaman Wafa

by ; Laila Situs

Meruah benang
Bersayapkan tiga kapas
Dengan kaku,duduk menatapi hembusannya
Antara kaku,putih,dan pagaran senyumnya

Benang singgah yang santun berkaku paru pun
Tertawa abu.
Bertata kepakan wafa
Sulam,menyapai liuk-liuk peminta
Jahit merenda,luar dalam singgah bersentuhkan paras benang lusuhnya.

27/09/12

Tuhan Masih Cinta

by ; Oscar Amran

sayang, di musim ini kemarau menjuntai panjang
tanah gering melenguh, kerontang
mendung membatu di langitlangit
sawah sepiring menangis tanah retak
embunpun enggan menyapa dedaunan
air tinggal sesauh bayangan basah
padi menguning pecah
panen kita merupa pilu

di tanah tinggi, para petinggi melempar sesajen
menggunting amanah di setiap tahta
ributribut mengumpul massa, berebut suara kuasa
biarkan saja mereka mendusta dan melempar bola api itu ke istananya
kita dalam dimensi waktu yang berbeda
kita tidak ada dalam peta

sayang, genggamlah segala pinta sampai langit menangisi bumi
biarkan anak-anak kita membelai angin
memainkan desirnya, meniup seruling padi
dan suaranya akan menggema memecah lelangit

sayang, bertahanlah dengan cinta dan do’a
Tuhan masih cinta


(bojongkulur, 21/09/12)

Tentang Cinta

by ; Mbah Bent

Langit merah
Tembang-tembang bersenandung
Dalam jagad
Kengerian, keberanian hanyalah sebutir beras

Sebab tak ada tangan yang mengasihkan wewangi
Maka lemparkanlah sekuntum rindu ke dalam waktu.

15/05/2012

Dekap Erat

by ; Lintang

Ku hampiri senja kian membias jingga
Awan putih menebal membentuk auramu
Mengundang gelak lirih angin

Bersiul kegirangan

Ku katakan padamu hari ini
Sebilik asa mulai memikat lengangku
Saat rindu dalam cemas memagut sukma
Dan ku biarkan rekahnya tetap erat merengkuh nyataa
Temukan
Sebilik harap tentangmu...
Yang masih entah...
2012

Torehan Lalu

by ; Wanto Tirta

sisa terengah dalam menjangkah waktu
cahaya illahi menyorot bumi
berbagi langkah
menyusur tapak kaki tengah beraksi

di belakang tubuh kukuh
bayang lalu menulis cerita
siapa menoreh dan melukis
terbangun pada kertas-kertas
menjadi kaca terindah
yang tertinggal di waktu

27092012

Apa Yang Kau Pikirkan

by ; Oscar Amran

apa yang kau pikirkan
membaca satu sisi saja
ada enam sisi berwarna
bolakbalik seperti rubik
satu sisi percuma
keluwesan
hiasan bibir

apa dan bila
kau pikirkan
hitam tanpa putih
abuabu mendua

apa dan bila
sekadar wacana
hanya sandiwara
tanpa etika

nun pelangi membias
mata batin bicara
sekatsekat utuh
tercampakkan

apa yang kau pikirkan
lima sisi tekateki
tanpa warna
bisakah dibaca?

bogor, 25/09/12

Selendang

by ; Laila Situs

(“berlorek:
Riuh ronta dalam rahim sang bumi gusar
Sedang mempertanyakan intipan layang,berkabarkan gurat gelombang

Selendang
Jangan kau tangiskan separuh cahaya malang
Ah,diam...

Akan ku tanyakan,lelahmu yang labang
Pada serat dewangga malam:
Kainmu yang menggumpal benang
Kainmu yang menghujani gincu-gincu padang
Kainmu yang berkelok patahan topan

Dewangga,
Dimana selendang berkalung jeritan?

Dewanggga,menatap dalam:
Meniup seruling kabutan pasang.
26/9/12

MEMOAR II (Kepada A)


By, Sri Sudarianti

Kunyalakan dian
kuletakkan disudut kelam
agar dalam temaram
terlihat olehmu segala kalam

Terjaga kita dalam banyak malam
hingga, tersanderalah mimpi
pada penjara-penjara hati
lalu sepi adalah teman

Akh, keluh menyeruak
dari bibir kita tanpa terucap
erangan lirih bangunkan imajinasi
mengerogoti pikiran
mengunyah perasaan

Tiba-tiba, menyalalah api
laksana mercusuar terangi segala
jarijemari bertautan
pikiran-pikiran berpagutan
bersembunyi
diantara relung-relung malam
lalu kita mabuk
dalam suka cita yang suram

Mataram, 26 Sept ' 12

Penantian

by ; Syair Kelana

Senja makin renta..
Serenta tangan keriput perempuan yg membelai rambut bocah kecil tertidur di pangkuannya.
Selalu saja menitik air matanya
Ketika memandang wajah polos cucunya
Selalu saja ada kerinduan lain ketika mengelus rambut cucunya
Kerinduan yg ber tahun2 disimpannya
Kerinduan pada putri nya yg jauh dinegri berpasir gersang
"pulanglah nduk cah ayu..
Emak tlah kehabisan kata ketika anakmu brtanya kapan ibu pulang"
Lalu menetes air mata kerinduan itu di pipinya yg keriput.
Bocah kecil di pangkuannya mnggeliat
Seakan ikut merasakan kegundahan hati nya.
Di tepuk2 bokong nya dgn kasih yg tiada tara.
"apa yg masih ingin kau cari disana"
"bukankah sawah peninggalan bpk mu masih cukup untuk hidup kita"
Air mata itu makin tak terbendung.
Kerinduan makin tak tertahan.
Angannya melayang jauh sampai di negri para nabi.
Mencoba mencari seraut wajah diantara hamparan padang pasir gersang.
Dibiarkannya angan terus melayang.
Sampai tertidur lelelahan..

Menembus Saudi
Senja sandikala 26092012
Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antar pujangga dan jangan lupa kembali lagi yah