Tampilkan postingan dengan label Duta-D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duta-D. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Lelaki Yang Kerap Berbincang Dengan Sunyi

by ; Duta - D

Aku tahu, engkau masih di sini
entah tengah duduk di kursi mana, atau bisa saja
berbaring dengan kedua tangan bersilang di bangku panjang
lalu menerawang jauh tentang masa muda nan gemilang

Sepertiga malam, aku mengingatmu
adalah lelaki yang mengakrabi diri pada sunyi
secangkir kopi, selingkar tasbih
dan bibirmu yang hitam lantas basah
dengan zikir dan takbir hingga kami terjaga

Aku tahu engkau masih di sini
entah tengah bersandar pada dinding yang mana
entah tengah berisitirahat pada ruang kamar yang mana
yang aku tahu selepas dinihari
aku masih dapat mendengar terompah,
mencium aroma secangkir kopi, juga seuntai zikir
pada satu ruang di mana engkau biasa berbincang pada sunyi
: seperti biasa

(untuk almarhum ebak, lelaki yang kerap berbincang dengan sunyi)

Palembang, Maret 2013

Minggu, 18 Agustus 2013





Judul Buku
Kumpulan Puisi Mimpi Hujan
Penyair
Duta L. Dudikoff
Penerbit
Ladang Pustaka, Jogyakarta & Tavern Artwork
Desain cover
Nurhayat Arif Permana
Foto cover
Marta Astrawinata
Harga
Rp. 30.000,-
contact person
087897523751/kudakudabesi@gmail.com

Jumat, 09 Agustus 2013

Kencan Gerimis di Malam Fitri

by ; Duta-D

aku, kau mengencani malam
dengan gerimis
yang turun diamdiam

sesayup takbir
sabung menyabung
dari bibir ke bibir
lantas meluap pada Ramadhan akhir

nikmati saja kemenangan ini
meski dahaga
setidaknya, gerimis telah menuntun kita
pada hari esok yang fitrah

: lusa, entah?

Palembang, 1 Syawal 1434 H

Minggu, 23 Desember 2012

Emak

by ; Duta - D

ajari aku
untuk tangguh
berdiri dan berlari
dengan doadoamu
sepanjang hari,

(sebab mimpimu semasaku dibuaian belumlah tergenapi)

Palembang, 22 Desember 2012

Senin, 03 Desember 2012

Selepas Hujan

by ; Duta-D

Bulan terbit temaram
di balik rimbun pohon kemang
berjinjit pada tanahtanah basah
aku berdansa di bawah langit yang gelisah

Palembang, 30 November 2012

Jumat, 30 November 2012

Gamang

by; Duta-D

"tapi sayang...
sayang-sayang, seribu kali sayang..
kemanakah risalah kualamatkan.."

di tabir jingga, aku menuntun resah
menuju malam dalam bingkai lampu temaram

aku gamang
sonata sunyi terlampau pedih
untukku bisa mencuri sepotong mimpi

"tapi sayang...
sayang-sayang, seribu kali sayang
kemanakah risalah kualamatkan.."

di tabir jingga, aku membunuh gelisah
menuju malam dalam dekap embun basah

aku gamang dengan setangkup doa
selepas kidung rindu melarung tanpa arah
O, dengarkan fatwa pujangga
risalah hati ini makin tersesat entah kemana..

(catatan; bait pertama dan bait ke-4 adalah penggalan lirik lagu Fatwa Pujangga)

Palembang, 26 November 2012

Senin, 08 Oktober 2012

Untuk Sahabatku Sang Penunggang Angin ; Almarhum Agusta bin Tambas

by ; Duta - D

Gus, jauh engkau terbang
menunggangi angin
memetakan jarak yang terbentang
dan kusimpan di mata kenang
jejakmu masih ada tertinggal di belakang
dengan debu dan asap knalpot yang luruh
Gus, jejalanan ini merindumu
Meski ia juga yang akhirnya merenggutmu
sebelum subuh

Palembang, 2012

Selasa, 18 September 2012

Ketika Hujan Menjadi Mimpimu

by ; Duta-D

sore ini, percakapanmu pada gersang
tak kunjung sampai pada titik temu
sementara ladang dan sawahsawah kita
meregang dipeluk kematian

benihbenih layu sebelum tumbuh
punai gelisah di puncak rantingranting rapuh
berpetakpetak tanah membisu
; “aku tak bisa menjanjikan hujan yang kau rindu”
katamu sembari merebahkan tidur panjang
pada pondok kayu di tengah pematang

lalu malam melayarkan mimpimimpimu
tentang hujan
tentang gemericik air di selokan
tentang tanahtanah basah
dan bocahbocah menari di tengah rinainya

Merasi, Lubuklinggau September 2012

PEREMPUAN-PEREMPUAN PEMECAH BATU

bu ; Duta-D

renangi sungai Kelingi
lalu peluklah riaknya
hingga senja serupa kilau permata
di wajahnya yang renta
sebab di sana, berbongkah-bongkah batu
telah menjelmakan diri bagai mutiara
untukmu Perempuan-perempuan
bertulang baja..

Kelingi, Lubuk Linggau September 2012

Selasa, 28 Agustus 2012

Hujan

by ; Duta-D

seperti juga aku
rerumput
dedaun
pun
rindu padamu
; hujan

Palembang, 28 Agustus 2012

Catatan kecil dinihari

by ; Duta-D

Aku ingin menikahi kata lalu melahirkan cerita dari rahimnya. Kelak akan kudongengkan untukmu setelah ia dewasa dan mengenali mana yang benar dan mana yang salah. Tak perlu menunggu lama, sebab aku akan menuliskannya pada selembar sejarah dengan jejak-jejak kaki di sepanjang alur hidup yang akan engkau lalui dengan namaku untuk kau kenali sebelum pagi beranjak pergi.

Palembang, 26 Agustus 2012

Selasa, 21 Agustus 2012

Lengang

by ; Duta-D

aku tengah mencumbu
sepi di teras rumah
kubah-kubah bisu
sajadah merah
merindu jamaah
selepas ramadhan
lengang pun tiba
kembali seperti biasa

Palembang, 2 Syawal 1433 H

Sabtu, 11 Agustus 2012

Ngerawi

by ; Duta-D

kita sama diam
menyimak bisik air
desah riak dan gelombang
sementara bulan
masih mencumbu malam
dengan sinarnya yang paling temaram

kecipak dayung
merayu musi
lampu di atas perahu
pucat memeluk waktu
sejenak kita sama tergagu

byarr!
Baung sungai menggelepar
Hening buyar
Tak sia-sia penantian
Dan rokok terbakar berbatang-batang
; ada ikan untuk kita bawa pulang

Palembang, 4 Agustus 2012

Senin, 06 Agustus 2012

Lelaplah

by ; Duta - D

bulan, lelaplah
sebab titah Tuhan
ini waktunya kan tiba
untuk Matahari berjaga

lelaplah dengan gaun embun
lalu bangunlah saat senja
sebab malam akan gelisah
tanpa purnama disisinya..

Palembang, 4 Agustus 2012

Kamis, 02 Agustus 2012

Sajak Di Pijar Purnama

by ; Duta - D

Sayang, bila engkau terjaga
dari lelap malam ini
cobalah tengok ke balik jendela
ada sepotong sajakku menggantung
di kedamaian pijar purnama
sebab selepas senja
aku telah menggoreskannya
dengan tinta rindu dan cinta yang sederhana..

Palembang, 24 Februari 2012

Sabtu, 28 Juli 2012

Mahkota Rindu tujuh Purnama

by ; Duta - D

San, Malam ini
tunggu aku di tempat biasa
tempat di mana kita kerap menatap bulan
lalu memanjatnya dengan do’a-do’a

seperti purnama kemarin
kita menyambangi hening lalu berbincang
tanpa suara, tak bertatap mata
hanya jemari yang menari lincah
mengurai kata yang lahir di benak kita

San. Malam ini
Tunggu aku di tempat biasa
Ada titah hati yang belum tersampaikan
Tentang rindu yang harus kita alamatkan
Kemana jua kita tetapkan pertemuan

Di ujung malam yang paling hitam
Pun di ambang pagi esok nanti
Temui aku dengan senyum yang paling manis
Ada mahkota dengan taburan cinta
Kuanyam dari pijar rindu tujuh purnama
Untuk kita mengarungi bahtera
berdua

with ; Angel Bintang Parahyangan
Palembang, 27 July 2012

Jumat, 27 Juli 2012

Rindu

RINDU
by ; Duta - D

Di matamu,
surga Parahyangan melebur
Dalam debur, hujan pepasir
Dan terik lalu mengeringkan telaga
dari pipimu yang ranum serupa seroja

purnama berganti rupa
Menunggu di balik jendela
Timbul tenggelam di langit kota Abha
Menawar rindu, peluk cium belahan jiwa
Di ujung mata, mimpi menjadi teramat indah

Di matamu,
Terhimpun doa yang terkungkung
Dalam tubuh batu gunung-gemunung
Lalu kelana angin melarung
Membawa sebongkah rindu
; pulang menuju kampung

Palembang, 24 Juli 2012
Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antar pujangga dan jangan lupa kembali lagi yah