Tampilkan postingan dengan label Syair Kelana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair Kelana. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Kidung Senja

by ; Syair Kelana

matahari berbaring di peraduan langit
saat ku rangkai aksara di bibir rindu
pada pelangi yang selalu hadir bersama rintik gerimis
seperti senja ini..
biasanya kau datang kidungkan kembang setaman
gemulai membenturi dindingdinding hati
lalu kau ajak aku berlari menyusuri warna warni pelangi

kini musim hampir berganti
kidung senja kehilangan makna aksaranya
mungkin disana kau bermain pelangi sendirian.
pada senja yang tak prnah pudar
di dunia lain yang damai dalam keabadian

Buntok 2013

Minggu, 18 Agustus 2013

Lelaki Pemanah Bintang

by ;Syair Kelana

kini terpuruk renta di ketiak malam.
jemarinya kaku terkepang dlm kebekuan.
jangankan mementang gendewa.
anak panahnya berhamburan pun tak kuasa diraihnya.

kini terkapar di bait puisi usang.
waktu tlah meluruhkan keangkuhannya.
gugusan bintang menertawakan kekalahannya.
lelaki itu.. pecundang

kini tak garang lagi.
tambun tak mampu bergerak lantang.
dia telah kalah dengan luka di sekujur tubuh.
kesumat tlah menjadi bumerang kehidupan.

buntok 16082013

Senin, 31 Desember 2012

Berlayar Lagi

by ; Syair Kelana

Garis pantai makin menjauh
Kemana arah tertutup gulungan awan hitam
Pelabuhan senja beriak retak
Terkurung jelaga waktu
Camar kecil di ujung tiang layar
Menari nari dendangkan tembang "kusumaning ati"
Sekejap menemani..
Lalu terbang jauh menuju sarang cintanya.
Tapi dia berjanji kan kembali
Menemani menuju pelabuhan senja
Hanya waktu tlah terpasung..
Dan pelabuhan senja menyisakan fatamorgana
Ni.. Barangkali ombak tlah meruntuhkan segalanya.

..........Akhir Desember 2012...........

Minggu, 23 Desember 2012

Nyanyian Sandikala (senja terakhir)

by ; Syair Kelana

Mungkin..
Tak seharusnya aku bertanya tentang dirimu lagi
Karena engkau senja itu.!
Yg selalu menghadirkan harap diujung ketidak pastian
Dari musim kemarau
Saat senja begitu sempurna
Sampai Desember yg selalu basah
Hingga menjelang sandikala

Mungkin
Tak seharusnya aku selalu memuja senja
Berharap pelangi membawamu datang menjemput janji
Belantara waktu tlah menjauhkan angan
Sedang purnama selalu dalam kesendirian
Jikapun harus kuakhiri
Dan membiarkan senja apa adanya
Atau memang harus begitu

Kahayan 20122012

Senja Ini

by ; Syair Kelana

Rumah betang masih lengang
Tempat ku menanti hadirmu
Patung sapundu tetap membisu
Seperti senja ini..
Anak2 berlarian memutari sandung
Kadang mereka bertanya tentang dirimu
Ku hanya terdiam..
Memandangi sudut pelabuhan barangkali kau datang
Hanya sepi..
Seperti senja senja kemarin
Terkurung dalam kebisuan
Menunggu dalam kelu
Senja ini..
Kau tak datang lagi

Lorong senja di Mambuhan
Bariro selatan 16122012

Sabtu, 15 Desember 2012

Senja Bukan Milik Kita Lagi

by ; Syair Kelana

Cerita tlah berganti
Tak perlu kau tunggu pelangi
Cukup warna jingga
Biarkan pudar di remang petang

Celoteh anak kita
Kelak akan menemui jawaban
Entah senja keberapa
Kabarkan tentang kisah lalu

Atau kau buat kepastian
Tentang seorang ibu
Yg tetap suci di mata anak nya
Karna syurga di telapak kakimu

Barito selatan 08122012

Sabtu, 08 Desember 2012

Senja Di Tepi Kahayan

by ; Syair Kelana

Burung2 hinggap di dahan senja
Gemulai tarian angin membelai tepian sungai
Lanting2 terdiam di remang petang
Senja ini hampir tenggelam
Seperti sebuah penantian yg berujung murung

Denting merdu alunan "Karungut"
Mencoba mengusir gelisah jiwa sang perawan
Menanti kembara menjemput janji
Tlah di hampar pelaminan maghligai
Dingin tak tersentuh..

Seperti senja sandikala..
Uraian air mata basahi kedalaman sukma
Menutup pintu dan jendela mimpi "rumah betang"
Senja ini berkabut penuh misteri
Semisteri patung "sapundu" yg membisu

Senja tlah berganti malam..
Deru perahu "klotok" makin menjauh
Sungai Kahayan tetap beriak lembut
Setia temani sang perawan dalam penantian
Sampai senja selanjutnya..

Palangkaraya 05122012

Catatan:
Lanting~rumah terapung di tepi sungai

Karungut~alat musik khas dayak

Betang~rumah adat dayak dihuni beberapa keluarga

Sapundu~patung kayu di ukir di tancap di halaman rumah sbagai penghormatan pada para leluhur

Klotok~perahu kecil bermesin

Jumat, 30 November 2012

Jangan Menangis Kekasih

by Syair Kelana


Lihat puncak bukit bambu masih membiru
Sudahilah air mata itu..
Jangan kau hitamkan mendung ini dgn isakan lara
Karna pesta memang harus berakhir

Dengarkan melodi aluan sungai barito
Mengapa masih kau basahi pipi mu dengan air mata
Segala mimpi tetap milik kita
Meski hanya sebuah mimpi

Angin masih setia membelai pucuk bambu
Cinta terlarang terlalu sulit tuk dimenangkan
Hanya menguras air mata di ujung luka
Terpuruk dalam kitidak berdayaan

Jalanan bukit masih basah mendaki
Rerumputan berduri menusuk jari jemari kaku
Saat kuhapuskan kegelisahan jiwamu
Tangismu tak terhenti

Kepak sayap burung terbang melintasi pepohonan
Kelak kau kan mengerti arti perpisahan ini
Adat menjerat kuat
Membentur naluri cinta yg sesungguhnya begitu suci

Waktu berderak tertatih tatih
Saatnya kembara membawa sekeping hati
Yg terluka dan harus pergi
Menjelajahi sisa kehidupan dlm sebuah karma

Lorong kenangan '06
Muara Teweh 26112012

Senin, 08 Oktober 2012

Jejak

by ; Syair Kelana

Kumerindukan rindumu
Yg tergores di riam perkasa
Bebatuan membentuk bukit
Ketika Sungai Barito mulai kering dangkal
Seperti suara angin..
Desah nafasmu memburu waktu
Di senandung yg tak pernah usai
Meninggalkan jejak tapak kaki mungil di dinding hati

Ku merindukan rindumu
Pada sajak yg terpotong
Pada torehan memanjang lingkar pohon karet
Terbaring di kampung sunyiy tanpa penerangan listrik
Bercerita tentang perkasanya burung Antang
Tentang panglima yg maha sakti
Tentang tetua adat yg maha bijaksana

Kumerindukan rindumu
Yg pernah kau titipkan di jentera waktu
Karna aku tak perlu menunggu
Karna waktumu telah sampai

Lorong masa 07102012
Muara babuat~Tumbang lahung
Murung raya.

Penantian

by ; Syair Kelana

Senja makin renta..
Serenta tangan keriput perempuan yg membelai rambut bocah kecil tertidur di pangkuannya.
Selalu saja menitik air matanya
Ketika memandang wajah polos cucunya
Selalu saja ada kerinduan lain ketika mengelus rambut cucunya
Kerinduan yg ber tahun2 disimpannya
Kerinduan pada putri nya yg jauh dinegri berpasir gersang
"pulanglah nduk cah ayu..
Emak tlah kehabisan kata ketika anakmu brtanya kapan ibu pulang"
Lalu menetes air mata kerinduan itu di pipinya yg keriput.
Bocah kecil di pangkuannya mnggeliat
Seakan ikut merasakan kegundahan hati nya.
Di tepuk2 bokong nya dgn kasih yg tiada tara.
"apa yg masih ingin kau cari disana"
"bukankah sawah peninggalan bpk mu masih cukup untuk hidup kita"
Air mata itu makin tak terbendung.
Kerinduan makin tak tertahan.
Angannya melayang jauh sampai di negri para nabi.
Mencoba mencari seraut wajah diantara hamparan padang pasir gersang.
Dibiarkannya angan terus melayang.
Sampai tertidur lelelahan..

Menembus Saudi
Senja sandikala 26092012

Rabu, 26 September 2012

Tembang Megatruh

by ; Syair Kelana

Lirih..
Membenturi dinding malam
Bergetar bibir pucat.
Wanita tua mengeja satu demi satu bait kerinduan.
Air matanya lepas..
Menjamah wajah renta keriput.
Menanti sang dara datang kepangkuan.
"Pulanglah nduk cah ayu"

Tembang Megatruh masih lembut mengalun menembus kegelapan
Menelusuri bukit bukit gersang di hamparan padang pasir Arafah.
Menyampaikan pesan terakhir sebelum ruh kematian menjemput.
Lalu diam..
Sepi memeluk malam

Puruk cahu 21092012

Selasa, 18 September 2012

Perempuan Pemuja Malam

by ; Syair Kelana

Dan ketika sinar bulan mulai berguguran di liang malam..
Desir angin mulai letih menahan kantuk
Titik2 aksaramu mulai menepis kegelisahan
Menari dihamparan sepi
Berirama luka..
Sperti tangisan bidadari melintas padang savana
Menggetarkan rumput ilalang menuju peraduan
Bukan nyanyian rindu..
Atau tembang Asmaradhana..
Hanya memahat cerita
Mengurai luka masa
Mencoba memutar roda waktu
Mencari pelabuhan yg hilang
Perempuan pemuja malam..
Berjalan dititian yg kian renta
Berpegang pada kegamangan yg kian mendera
Hitam putih silih brganti
Mewarnai malam yg makin ringkih
Jiwa merepih angan memudar
Padang savana makin membisu dalam diam
Selimut masa masih belum jua mampu kau tanggalkan
Menghiasi malam makin sunyi
Dan sendiri..

Lorong senja 17092012

Angin Tumbang Lahung

by ; Syair Kelana

Datangmu bersama senja..
Semilir sepanjang aliran Barito
Mendayu melintasi bukit2 hijau
Gadis2 ceria mandi di sungai
Bercanda di lanting berayun ombak.
Anak2 telanjang berenang berlombaan
Ach.. Aku ingin sperti mereka
Menikmati senja dg apa adanya
Mereka tak pernah mengharap pelangi
Mereka tak pernah perduli warna senja
Merah kah.. Kuning kah.. Atau kelabu
Mereka hanya bersahaja menikmati hidup
Dg alam yg masih brsahabat
Ahh.. Indahnya.!!

Tumbang lahung
Kec. Permata Intan
14092012

Jumat, 14 September 2012

Wanita Jingga

by ; Syair Kelana

Disudut senyum menampilkan kegundahan
Tersembunyi di gelak merekah
Tersirat rangkaian aksara bermakna luka
Berlayar di badai roda waktu
Berlarian kesana kemari
Mencari tempat berpijak kaki
Tawa melanglang
Menangkup sepi mu
Engkau yg sesungguhnya mengakrabi sepi
Wanita jingga..
Menggenggam kepingan dua mata
Meyakini dua sisi berbeda
Menyembunyikan air mata di balik gelak tawa
Menggoreskan wajah ceria di hati gulana.
Dan itu kau..!!

Dr sekeping uang logam
Murung raya 13092012

Surat terakhir (untuk perempuan gurun)

by ; Syair Kelana

Salam..
Cukup sdh kuberikan keyakinan itu.
Tentang hidup dan kehidupan.
Maka berjalanlah kau dg menatap matahari di dpn mu.
Sirnakan keraguan sperti yg selama ini kuajarkan.
Aku kan slalu mendoakan kebaikan untukmu.
Lepaskan semua tali temali yg pernah mengikat dan membelit keberadaan kita.
Bebaskan ke egoan yg pernah ada untuk terus saling bersama
Luarkan jiwa kita.
Agar tak selalu merasa saling mengasihani saat perpisahan tlah kita ikrar kan
Apalagi smpai meneteskan air mata
Bukan kah kita prnah trjebak pada kata2 "seandainya"
Lalu ktika saling kita sadari siapa diri kita masing2..
Kata "seandainya" itu jadi sperti khayalan
Sperti memutar roda waktu kembali kebelakang
Menghapus catatan sejarah
Tak mungkin..!!
Tak ada pesta yg tak kan prnah usai
Sperti musyafir di gurun pasir
Kita prnah singgah di oase yg sama
Lalu saling berbagi cerita melepas lelah
Dan melanjutkan prjalanan kita ke tujuan masing2
Wasalam

Surat dari borneo
Puruk cahu 11092012

Selasa, 28 Agustus 2012

Senja untuk kekasih

by ; Syair Kelana

Senja berselimut mendung
Hanya kelabu
Seperti bayang wajahmu
Seperti sisa air matamu
Jemari mengusap gelisah
Merangkai untai aksara
Maka menjadi "senja"
Terimalah..
Meski tak seindah senja kemarin
Senja ini..
Tanpa rasa
Hampa
Tanpa cinta
Hambar
Tanpa luka
Karna tlah pupus
Tapi tetap kupersembahkan
Karna senja..
Pernah hadirkan rindu
Pernah hadirkan keindahan
Pernah hadirkan kedamaian

Senja tnpa warna
Hny untuk mengenangmu
Tak lebih

Palangkaraya 27082012

Sabtu, 25 Agustus 2012

Ketika kapal hendak berlayar

by ; Syair Kelana

Deru angin meretas jiwa
Pada sebuah akhir cerita
Nafas bergolak tertahan
Luruh juga air matamu itu
Mencoba menepis isak berdetak
Lirih terucap layaknya desah
Bibir pucat tnpa warna
Dan senyum terpaksa disudutnya

Mendung mulai pasang
Sederas hujan senja ini
Tumpah di pipi merona
Tangismu memecah luka
Ketika kapal hendak berlayar
Tak mampu lambaikan tangan
Salam terkepang
Kaku membisu

Ketika kapal mulai berlayar
Ada rasa jiwa tertinggal
Ada cinta teraniaya
Tersangkut di pucuk cemara hatimu
Meninggalkan bekas nelangsa
Waktu tak pernah memberi jawaban
Tentang pertemuan kelak
Karna semuanya bisu

Pelabuhan "semayang"
Balikpapan 1998

Sabtu, 11 Agustus 2012

Negeri Para Nabi

by ; Syair Kelana

Sungguhkah kau tak malu tinggal ditanah yg tlah ditasbihkan suci.
Sungguhkah kau tak malu pada para Nabi leluhurmu.
Yg tlah mati2an berjuang merobah jahilliyah mnjadi beradab
Knapa kini sperti tak punya adab.

Wanita2 kami hny ingin mengais sedikit rezeki di negri tuan
Bukan menadahi air mani yg tuan hamburkan
Yg kesana karna anak2 nya menangis minta sedikit susu
Bukan untuk dijadikan budak nafsu

Lupakah atau perlu kami ingatkan
zinah itu perbuatan binatang
Memperkosa itu perbuatan biadab
Menghamili yg bukan istri itu perbuatan iblis

Wanita2 kami hny ingin sedikit uang tuk dibawa pulang
Bukan anak hasil perbuatan kalian yg jalang
Wanita2 kami hny ingin pulang membawa sedikit kesenangan
Bukan ulah tuan yg menambah kesengsaraan

Negeri para Nabi..
Negeri yg seharusnya dihuni org2 suci.
Maafkan kami Kanjeng Nabi
Kami hny sdikit memberi teguran
Sperti yg Kanjeng Nabi ajarkan

Astaghfirullah hal adzim.!!
Ocehan pagi 10082012

Selasa, 07 Agustus 2012

Perempuan dari negeri awan

by ; Syair Kelana

Kuntum teratai mulai bermekaran
Menghiasi kolam warna pelangi
Bgitu sempurna paras ayu
Menebar aroma harum di negri awan.
Ketika air beriak..
Kolam bergolak..
Teratai trkoyak daun nya
Pedih perih sekujur raga
Hatinya luka..
Merintih dlm kesendirian.
Ach.. Perempuan berwajah bidadari itu menitikkan gerimis duka
Jatuh sampai ke negri sebrang
Tembang lara menggema
Membenturi sudut2 hati
Menggetarkan langit muram
Wahai siapakah pelipur lara
Yg mampu mengusap air matanya
Mampu membuatnya tersenyum kembali
Mengembalikan ceria wajah bidadarinya
Dan teratai bersemi dgn kuntum yg lebih indah.

Tepian malam 07082012

Senin, 06 Agustus 2012

Oase

by ; Syair Kelana

Pulanglah kembara..
Tlah ku tunggu dgn telaga bening untuk melepas dahaga rindumu.
Mari kita reguk bersama..
Sambil bercerita tentang hari esok sperti yg pernah kita impikan.
Tlah kurangkai seribu puisi..
Merajuti hari2 menyimpan asa kehadiranmu.
Tidak kah kau lelah..
Menjelajah mimpi di kembara sunyi.

Pulanglah anak anis..
Disini... Dihati ini..
Masih banyak mimpi yg bisa kau rengkuh.
Untuk mengantarmu menuju kdamaian yg hakiki.
Daripada kau teteskan air mata di padang arafah yg gersang berpasir.
Disini.. Di dada ini..
Menangislah sepuas hatimu.
Disinilah samudra itu.

Pulanglah kekasih..
Kunanti dgn mahar sejuta cinta.
Kupersembahkan sepenuh rasa.
Kuhiasi dgn ketulusan jiwa.
Disini tak kan kubiarkan kau sendiri melayari sepi
Disini tak kan kubiarkan kau
Merenda kesunyian sendiri
Disini dermaga hati menanti
Untuk berlabuh hingga akhir waktu.

Puruk cahu 05082012
Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antar pujangga dan jangan lupa kembali lagi yah