Senin, 03 Desember 2012

Jatuhnya Lilin di Bongkah Intipan Senja Mati

by ; Laila Situs

Padu sore di singgah jalanan bertari
pencandu asap-asap berkerisik sunyi
mulai mengarak air di belaian udara hening
Bergemulai dengan intipan fajar yang manis menguning
Beradu, dengan tonggak ranting-ranting lemahmu

Lambai-lambai sore itu pun ikut ,,, menantimu dipinggiran kota mati
Dulu, bak serupa pagar angin yang berayun lembut
Berdesir dengan gerak seruput guguran daun
Dulu, bak waktu yang mengikat-ikat di lambai pusarnya reranting
Dulu,bak injak pena mu yang kau sembunyi
bersama di pinggiran kursi jingga yang tertuli...

kini, berganti hujan lilin...
hujan lilin yang sesembuh di ujung rebahnya lukisan bisik
berhenti,
dan membuka titik rintik di untai-untai tangkai biara suci
bersemi dan mekar di suguhan hijau betari,,,
menanti seruput anginMu memanggil.
(berbongkahkan intipan senja mati

1/12/12

Selepas Hujan

by ; Duta-D

Bulan terbit temaram
di balik rimbun pohon kemang
berjinjit pada tanahtanah basah
aku berdansa di bawah langit yang gelisah

Palembang, 30 November 2012

PUISI VI

by ; Anjani Ratna Palupi

Sungguh semakin bertapa pada hati yang sunyi
Ketika fajar yang bertahan bersama embun
Menjumpaiku di sudut sepiku
Akh !
teringat , kau goda aku , walau jejakmu kuragu menapaki
di kala hujan.
Tak bisakah kau bukakan payung untukku
Biar basah, tak mengapa
Memanjakan dekapanmu, pada waktu yang menguras kegamangan
aku kau lepas pada titik yang terasa asing aku jamah
ini kah jalanku?
dan kau menghilang ditapal batas tanyaku yang buta
tanpa warna dan bentuk

Nov' 301112
Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antar pujangga dan jangan lupa kembali lagi yah