Tampilkan postingan dengan label Imam Sapargo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imam Sapargo. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2012

Kata

 by Imam Sapargo

Aku si pencari rahasia kata

Maka aku telusuri kata demi kata

Aku mulai dari manusia yang suka berkata-kata

Apa kata yang tepat untuk menyebut kata manusia?


Mengapa manusia membutuhkan kata dalam hidupnya?


Bagaimana manusia merumuskan setiap kata kemudian menjadi bahasa?


Kapan kata untuk pertama kali digunakan dan ada?


Siapa yang berhak menentukan kata ini untuk mengatakan itu dan seterusnya?


Dimana kata-kata bermula dan berakhir nantinya?


Aku manusia tak mampu menjawabnya!


Itu batu! Ini batu!


Itu bukan batu! Ini bukan batu!


Batu-batu, kata-kata


Kata batu, batu sebuah kata


Itu hanya sebuah asumsi awal


Dan bukan berarti jawabannya


Sekedar untuk menggali dikedangkalannya


Bahwa batu tanpa kata sudah mampu mewakili sebuah nama


Banyak kata untuk satu nama


Satu nama untuk banyak kata


merah, kuning, hijau, biru, adalah kata


warna adalah nama


Nama-nama buah


pisang, jambu, pepaya, nangka adalah kata


Itu hanya sebuah asumsi awal


Dan bukan berarti jawabannya


Sekedar mengambil setetes air dari samudra


Bahwa satu kata dapat mewakili kata-kata lain dalam sebuah nama


Kata tidak sesempit hurufnya


Kata tidak seluas kalimatnya


Semua dibentuk berdasarkan pemahaman dan pemaknaan manusia


Akan huruf, kata, nama, kalimat, hingga paragraf.


Puisi adalah kata


Musik adalah kata


Angka adalah kata


Simbol adalah kata


Namun tidak semua puisi, musik, angka dan simbol mampu mengatakan katanya sendiri


Manusia sebagai media, manusia sebagai akses, manusia sebagai mahluk perwakilan kata-kata


OOOOHHHH... MANUSIA


DUHAI KATA-KATA


Seberapa jauh manusia mengenal kata?


Seberapa jauh manusia dapat menghitung kata?


Seberapa banyak manusia menggunakan kata dalam puisinya?


Seberapa banyak manusia menggunakan kata dalam musiknya?


Manusia terus berjuang memaknai hidupnya dengan kata


Manusia terus bertarung melawan kata dengan kata


Bebaskan kata dari belenggu makna? mungkinkah?


senin, 00.07wib

Selasa, 21 Agustus 2012

Kata Tak Pernah Mati

by ; Imam Sapargo

Semua berawal dari nama-nama
Yang diperkenalkan Tuhan kepada Adam
Meski ada keraguan bagi malaikat
Dan kesombongan iblis atas Adam dan nama-namanya
Dimana setiap nama terdiri dari sebuah kata-kata
Yang sekali diperkenalkan tidak akan pernah diam
Ia berubah, ia bergerak, ia berjalan, ia hidup, ia hadir bagi manusia
Nama-nama itu, kata-kata itu, semua kehidupan itu
Bahkan sebuah angka memiliki nama dan katanya sendiri
Ini buktinya: kata air
Air yang jatuh ke bumi dari langit itu hujan
Air yang mengalir dicelah-celah bumi itu sungai
Air yang muncul dari dalam bumi itu mata air
Air yang muncul karena emosi itu air mata
Air itu nama, air itu kata, air itu hidup
Nama tidak akan mati
Kata akan selalu abadi
Hidup dalam semua dimensi

Home alone

Selasa, 31 Juli 2012

Taman Surga

by ; Imam Sapargo

Mereka memang selalu berisik
Berteriak-teriak
Membuat gaduh
Dan berlarian ke segala penjuru

Masjid seakan menjadi taman bermain
Yang teduh serta nyaman
Ruang bertemu teman-teman
Saling berbagi keceriaan

Maka sentuhlah hati mereka dengan ucapan
Yang baik dan secara perlahan
Jangan dibentak penuh kekerasan
Karena kasih tak akan terbalaskan

Duhai ayah dan bunda
Biarkanlah cinta tumbuh dan berkembang di masjid
Meski caranya dengan bermain-main
Sebab dirumah, disekolah, dilapangan mereka tak dapat bermain

Duhai ayah dan bunda
Bukankah cinta datang karena terbiasa
Meski lewat nada dan suara
Hingga kemudian terhubung, terikat, dan meresap ke dalam jiwa

Masjid serupa taman surga
Bagi mereka yang bersih dari dosa
Mereka, anak-anak kita
Yang datang ke masjid dengan penuh cinta

D-Day plus 9

Jumat, 27 Juli 2012

Iklasnya Cinta

By Imam Sapargo

Awalnya aku berpikir
Dengan keterbatasan alam berpikir
Sehingga hasilnya cuma pikir-pikir
Tapi inilah yang aku sedang pikir

Riezqie Allah itu maha luas
Riezqie NYA bertaburan di bumi, laut dan langit
Riezqie NYA mengalir dan terus mengalir
Lantas kenapa riezqie yang telah kudapatkan harus ku bendung?

Islam mengajarkan kepadaku untuk saling berbagi
Islam mengajarkan kepadaku untuk bersedekah
Islam mengajarkan kepadaku untuk ikhlas
Dan aku lantas menjadi lupa

Dunia begitu dekat di depan mata
Tangan ini merogoh-rogoh dan meraihnya
Namun dibelakang punggungku
Ada tangan lain yang mengadah kepadaku

Aku lama tak menoleh
Sempat ragu dan tak mau tahu
Namun hati dilengkapi nurani
Sehingga aku berbalik dan kembali

Dan Sang Kiai pun berkata:
“Berikanlah yang terbaik dari apa yang kau punya
Jika sudah, coba kita luaskan dimensinya
Berikanlah apa-apa yang engkau cintai
Jika sudah, teguklah segelas ilmu ikhlas bagimu.”

D-Day plus 7
Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antar pujangga dan jangan lupa kembali lagi yah