Tampilkan postingan dengan label Cek Bittoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cek Bittoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

AKU DAN KENANGANKU


oleh Cek Bittoh


Andai waktu kembali berulang ...
Kan kusampaikan sepotong lentera kebisuanku ini padamu
Kan kulemparkan denyut hasrat menggebu bersamamu
Kan kunisbatkan urat terpotong jatuh berurai karnamu


Tapi mengapa waktu tak berulang ...
Kacau, Lunglai asaku, Menyeruak tanpa berbatas
Aku benci, Aku gagu, Aku tak mampu berdiri di atas kerikil tajam, Hingga kutergores
Aku geram, Aku tak mampu memutar waktu, Hingga tak ternalar saat kurenta


Cobalah tuk mengerti disaat ku tak mengerti
Cobalah tuk pahami disaat ku terpuruk
dan Cobalah kembali disaat ku merangkak lalu terjatuh
Mana ... kemana ... dimana sesosok tubuhmu yang kekar itu
Menghilang, Melebur, dan Mengabur bersama fatamorgana


Tapi ... akhh sudahlah ...
Aku tak ingin kau kembali padaku
Aku tak ingin kau curahkan hasrat ini lagi


Cukup ... Khayalku bersamamu
Cukup ... Kasih rusukku menemanimu
Cukup ... Terimakasih Cintaku ...


Terimakasih kau pernah hadir dalam kehidupanku, Walau kusadar cinta tak harus memiliki



Palembang, 28 November 2012

LAKIKU


By Cek Bittoh

Luka Itu Begitu Dalam
Tanpa Terusik Desakan Amarah
Tanpa Nurani Goresan Maknai Aksara
Tanpa Sadar Mencabik, Merobek, Melepuh Dalam Ruang Rinduku

Aku Marah ...
Aku Terseok Dan Terdiam ...
Aku Menangis Tanpa Air Bathin ...

Lakiku Sapa Rinduku
Mengertikah Engkau Bahwa Aku Terluka
Mengertikah Engkau Bahwa Aku Tersakiti

Dan Lakiku ...

Nuansa Symphoni Itu Masih Terasa
Masih Terngiang Dalam Sedalam-Dalamnya
Raut Rona Menitik Alamat Tak Jelas
Mengapa Terbalut Belenggu Hampa Yang Tak Berkesudahan ...

Dan Lakiku ...

Kurasa Raga Samar Ini Masih Milikmu
Masih Tersisa Harum Menusuk, Merebak, Dan Menggelayut ... Hingga Ujung Waktu Yang Tak Kuketahui

Dan Lakiku
Simpanlah Cinta Gilaku Sampai Membiru ...

Palembang, 25 November 2012

Sabtu, 24 November 2012

Peri Kecilku


By Cek Bittoh

Mengapa Kau Murung
Bukankah Harusnya Bergembira
Sambut Peri Kecilku ... Uluran Tangan Darinya
Lebaranmu Tlah Tiba
Tapi Mengapa Kau Masih Murung Peri Kecilku ...

Mata Itu Mulai Merebak
Menahan Tumpahan Yang Tak Terbendung Lagi
Tapi Bunda ...
Peri Kecilku Mulai Menangis ...
Kupeluk Ia Dalam Dekapan Kasihku ...

Pahami Aku Bunda ...
Dimana Surga Itu Bunda ...
Aku Ingin Menyusul Mereka ...
Menyusul Yang Tak Pernah Kuketahui ...
Menagih Janji Yang Tak Pernah Kumaknai ...
Mencari Yang Tak Pernah Kucari ...

Bunda ... Adakah Itu Smua Berlaku Untukku ...
Bunda ... Apakah Dirimu Pengganti Yang Hilang Itu ...
Bunda ... Engkaulah Yang Kurasakan Begitu Dekat ...
Tapi Bunda ...
Mata Itu Kembali Memerah ...
Bunda ... Peluklah Daku Semampumu ...
Bundalah Yang Mampu Menungguku Diujung Jalan ...
Bunda ... Kau Yang Kucintai ... Jadilah Yang Aku Mau ...
Jadilah Pengganti Yang Pernah Hilang Itu ...

♥♥♥ Puisi Ini Kudedikasikan Bagi Anakku Yang Berada Di Panti Asuhan ... Selamat Lebaran 10 Muharram Wahai Anakku ... Tunggu Kedatangan Bunda Di Hati Kalian ♥♥♥
Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antar pujangga dan jangan lupa kembali lagi yah