Tampilkan postingan dengan label Ari Ryan Pasalimapuluh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ari Ryan Pasalimapuluh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Agustus 2012

Tatapan Bilik Berbeda

by ; Ari Ryan Pasalimapuluh
Hari ini kita saling tatap
mencari siapa lawan siapa kawan
sering juga kita tertipu
lawan rupa kawan
kawan rupa lawan

Segelas teh goyang kita teguk bersama
merasakan setitik rasa
dimana gula
dimana teh
kita seakan bergoyang diatas altar pujangga

Kembali kita saling tatap
kini hati ikut berucap
saling memuja
saling bersyair

Kitapun gila
diatas penantian purnama cinta

Pekanbaru.08082012 23: 32 .Ps 50

( Coretan Anak Balai Lima Puluh )

Jumat, 03 Agustus 2012

Kasak-Kusuk

by ; Ari Ryan Pasalimapuluh

Kasak kusuk kepala
aku tak ada
kau merenda makna
menjadikan mata embun suasana

Hai gadis Januari
aku lupa pertemuan siang malam
aku ingat senja,kau mengantar buka

Dari balik pintu bilik anak dara
aku menunggu kerudung putih
tersenyum penuh dahaga
Ah
aku kasak kusuk juga
ternyata kau ada di dompet tua

Pekanbaru.03 Juli 2012.13:44 Ps 50

( Coretan Anak Balai Lima Puluh )

Rabu, 01 Agustus 2012

Lukisan Rasa Di Malam Buta

by ; Ari Ryan Pasalimapuluh

Luka kaki
sampai rasa hati
pedih menggelagar
saat itu aku melukis kau
tapi
kenapa kau diam ?

Aku hilang angan
terseok langkah
menapaki jalan diri
aku tetap ada
menempuh kasta
walau
darah kian membasah langkah
tapi
kenapa kau diam ?
jauh kian jauh
aku lukis wajah titian darah

Pekanbaru.30 Juli 2012.00:54 Ps 50

( Coretan Anak Lima Puluh )

Jumat, 27 Juli 2012

*Balai Lima Puluh*

By Ari Ryan Pasalimapuluh

 
Duapuluhdelapan tahun tanah berpijak
tempat kisah awal bermula tanak
kata cerita :
Dulu pelabuhan rantau
disana segala rupa datang
mencari nyawa penghidupan dasar

Awal lima puluh
ayah mencari persatuan
ayah mearik siang malam di belantara
menghidupkan nyawa sebatang kara

Awal enam puluhan :
Ibu mencari persatuan
mendengarkan hiruk pikuk pabrik kayu
bertahan dalam kuasa main mesin penebas

Delapanpuluhempat
anak lahir tak menangis
di rumah putih abuabu
hampir hilang hasil cinta
namun
semua bersatu arti

Saat itu aku mulai menebar tangis
dari sudut kesudut pembangunan

Balai lima puluh
itu nama pertama aku dengar
kisah pun mulai
dari kisah balita
dari kisah pertama berjalan
dari kisah pertama berjalan
dari kisah pertama sekolah
dari kisah mengenal hidup
dari kisah pertama mengenal luka
dari kisah pertama mengenal tangis

Balai lima puluh
kini menyatu dalam aliran darah
ditempat dimana keringat saat keluar
sampai duapuluhdelapan tahun bernyawa

Duaribuduabelas
Aku masih menemani hiruk pikuk lima puluh
sambil menikmati secangkir teh goyang
di sudut senja balai lima puluh
2012
Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antar pujangga dan jangan lupa kembali lagi yah