Selasa, 28 Agustus 2012

Malam Ke-16 Februari Di Tahun Muda 2012

by ; Putra Dewa

Wirang..
Tengah malam ,bulan mandi hujan dirumahmu,
Aku menyalakan redupwajahmu di pintu
"kenapa malam ini kau datang dengan cara seperti ini?"

Aku gelisah semalaman,
suara-suara jangkrik menuruni atap rumah
angin melambai ke jendela
beginikah yang sedang terjadi padamu?

Mari berbagi denganku
dukamu ingin ku peluk
sukacitamu ingin kulukis ditaman

Jam 00:04
Nyala lampu kamar kemerahan
Cicak bersuara rendah seperti menghindar
Aku hanya sendiri disini,menciptakan langit_
Bintang bisa kulihat,tanpa meraihnya dari luar
Tapi,hujan diluar sedang bernyanyi untuk mu
sedih sekali_Hatiku jatuh bersama tetes hujan didaun mangkok

16/02/2012
24:36

Terlanjur

by ; Riell Riellga

Rintik hujan telah
mereda

Tanah berwarna
merah telah basah

Dia mati
Bersama luka
tak dapat di gali
lagi
Penyesalanmu

Mengapa ?
Harus berhianat
untuk membuat
hidup ,pelangi

CORETAN DI TEMBOK BELAKANG

by ; Aby Santika

1/
Ada yang menggodai tempat aku bersender menunggu kau berpulang,
dindingdinding panjang di sekujur pundak tertulis pesan paling jalang dari buah dadamu
mengendap seluruh subuh, sedang para lelakon hidup menghanyutkan kecupan sampai matahari tenggelam
ah, seperti sungai nuh berdarah-darah di atas kanvas buta,
-mengabadikan duka!

2/
Bergegas coretan perlahan memelan jantungjantung di balik ruang kosong dan reot
kaki bertemu kaki, lalu kisah porak poranda dengan pecahan mata batu begitu saja
" anginangin menuliskan ode yang melambai tanpa pesan"

3/
:hei, hunuskan aku sebilah jenawi berayun kepala! "teriakku di arah belakang"
kemudian tertegun pohonpohon yang kauagungkan seperti rebah di jalan Ilahi
: akupun kembali beralih mencari batas hitam-putih yang berterbangan

4/
Belukar juga mulai terbakar meski ada api yang membahasakan gigil ke ruas napas
kita berhayat dengan penuh gairah, sebab rindu begitu sengak menjadi rumus yang berputar 180 derajat
di sini, coretan berganti-ganti dengan angka, berabad-abad dan jelma doa dengan sujud mendengus
mata bersua menghitung keropok takdir nun jauh dan terbata-bata.

5/
Jika kau akan sampai sebelum keesaan menjebol tembok berlubang; menghambur sajak dirambati mimpi sengau
- kita tak ada janji tuk berlama-lama, di pangkuan selangkang
dan tak ada jejak coretan pada tanah yang masih terpeta dengan gemuruh
: hati, alangkah kita tak berjarak dari tubuh kita

Bandung,
28 Agustus 2012.
Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antar pujangga dan jangan lupa kembali lagi yah