Tampilkan postingan dengan label Nunung Noor El Niel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nunung Noor El Niel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Yang Terurai

by ; Nunung Noor El Niel


jangan lagi kau berkisah
tentang ranjang menyimpan malam
tak ada lagi desahku di sana
apalagi bisikan-bisikan tajam
tentang gelisah yang kuyup
apalagi keperempuananku
yang tersibak dan tertanggal
oleh ilusi-ilusi yang banal

di sana hanya ada bisikan doa
dan lipatan tanganku yang terkatup rapat
oleh pengampunan tak berujung
di mana aku menyerahkan jiwaku
dengan seluruh keyakinanku
untuk tidak berpaling

di sana, aku telah membasuh diriku
dengan linangan yang menyungai
di relung dadaku hingga menghanyutkan
kebimbanganku, jika aku masih
tetap berada di jalan yang terentang lurus
untuk kulalui hingga ke ujung waktu
tanpa sebuah penyesalan

di ranjang itu, hanya ada
kain seprei yang putih
membentang jauh hingga
ke batas cakrawala
yang telah mencatat seluruh kisah
bukan hanya sebagai dongeng
dari impian yang tak pernah selesai
tetapi harapan yang akan kugapai
ke dalam sebuah mahligai
di mana setiap doaku terurai
dengan penuh damai

Denpasar 2013

Jumat, 09 Agustus 2013

Kesetiaan

by : Nunung Noor El Niel

ada jarak, ada rentangan, membuatmu selalu saja
ditarik ke dalam lingkaran kebimbangan
lihatlah diriku yang koyak oleh waktu, tercabik
oleh setiap erangan yang kau ciptakan
sehingga setiap inci dari tubuhku tak bernilai

ada lekuk, ada ceruk yang dalam, di mana kau
selalu menyelusup ke dalamnya, dan kau tahu
aku di sana bersemayam dalam keputusasaan
dan imanku rapuh dalam keyakinan
hingga aku tak percaya lagi pada kebenaran

kecuali cintamu, selalu berusaha kugenggam,
dengan penuh ketulusan tanpa perduli, jika
kau berulangkali mengikisnya dengan keangkuhan
hingga kadang membuatku terlempar keluar
dari batas-batas keyakinanku atas cintamu

selebihnya aku hanya dapat bertahan, sekalipun
aku harus terbenam dari sebuah kenyataan
di mana kaumenistakan harapanku, karena
kau belum juga dapat memahami keberadaanku
sebagaimana apa adanya diriku

tapi suatu waktu kau akan tahu, jika semua itu
adalah milikmu yang telah kupersembahkan padamu
bahkan tanpa kusisakan sedikit pun untuk diriku
dan itulah rahasia keabadian cintaku, jika aku
tetap melangkah di sisimu hingga akhir waktu




Dps09082013

Minggu, 23 Desember 2012

Dalam Kegelapan



Oleh: Nunung Noor El Niel

haruskah kututup kedua mataku
untuk terus melangkah di jalan yang gelap
tertatih-tatih menyusuri setiap impian
tanpa kau lagi di sampingku
sebagai penuntun seluruh harapanku

haruskah aku membutakan mataku
di antara cahaya yang terang
dan melangkah di tengah ketidak perdulian
hanya untuk meraih seberkas impian
di ujung kenyataan yang belum tergenggam

seringkali aku terjatuh, seringkali aku terjaga
seringkali aku menemukan diriku
terhempas dari sebuah impian yang belum selesai
tentang sekuntum bunga yang belum merekah
tapi layu sebelum waktunya tiba
aku mencoba menyentuh bunga itu
tapi kelopaknya berlepasan
hingga duri yang terpetik olehku

tapi siapa yang perduli ketika aku terluka?
aku hanya dapat mengerang dalam diam
dan mengalirkan seluruh tetes darahku
pada setiap baris puisi tanpa aku perduli
sejauh mana kau memahami setiap desah
dari setiap makna yang terlontar

dan aku tetap di sini dengan mata tertutup
di sudut paling gelap tempatku bersemayam
dalam keheningan…


Dps16122012/ilustrasi:na/nng-318


Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antar pujangga dan jangan lupa kembali lagi yah